Jumat, 13 Mei 2011

about my love story

Tags

about my love story

oleh Rasyanda Nova Adinata pada 12 Mei 2011 jam 21:52
 
http://profile.ak.fbcdn.net/hprofile-ak-snc4/203434_100000156485134_6100843_n.jpg
Huuufth...
Capek sebenarnya menghadapi hal yang begitu saja, setiap kali falling in love tetap pada kasus yang sama, kasus yang mengharapkan sesuatu yang nggak mungkin bisa terjadi. Heran juga sih kenapa bisa gitu? Sempat berfikir apa emang ini yang namanya keputusan Tuhan for my love journey? (Yaelah ! puitis banget non?). Tapi emang itulah yang ada, itu yang terjadi dan memang itu kenyataanya, nggak akan pernah berubah!
Kalau dah terjadi yang demikian rasanya ingin teriak sekeras mungkin dan terjun dari tebing yang memiliki ketinggian 3578 kaki di atas permukaan laut, (nggak tw jg gw, tuh ukuran dah tinggi atau belum ya?).
“Nggak ada yang nggak mungkin di dunia ini va,”
Itu yang selalu keluar dari setiap mulut seorang temanku acap kali aku bercerita tentang mereka, (mereka?) ya mereka! Orang yang berhasil mencuri hatiku tanpa pertanggung jawaban yang jelas. Dan sekarang aku hanya bisa menjawab....
“Bulsyit ! untuk semua itu?”
Nggak ada yang nggak mungkin di dunia ini, itu hanya Tuhan yang bisa melakukannya genk, kita sebagai manusianya hanya bisa menerima, menjalankan dan melakukan apa yang telah Tuhan rencanakan. Ya kata Tuhan, iya pula kata kita tetapi jika Tuhan telah berkata Tidak! hak mutlak telah jatuh pada setiap insan yang menerima keputusan itu.
“ya, makanya kamu berdo’a va”
Ok! Berdo’a, tapi aku akan tetap pada Jawaban yang sama, kita tidak akan pernah bisa menego apa yang menjadi keputusan Tuhan untuk kita, jika Ia berkata tidak sampai kapanpun ya tetap tidak. Aku telah mencobanya teman, mulai dari aku menginjak usia ABG sampai sekarang, sampai aku menginjak bangku kuliah, tapi yang apa yang aku dapat nihil !.
Jika dikumpulkan, dan aku berhasil memiliki mereka walau sebentar mungkin aku bisa berbagi cerita dengan teman sebayaku tentang mereka, mulai dari seorang tekniksi komputer, kakak kelasku di SMA ketika aku masih SMP, pelatih kegiatan ekstrakurikuler di SMA ku, penyiar radio, tetangga kontrakanku, sampai teman kekasih temanku, dan sekarang seorang fotografer yang aku kenal lewat jejaring FB. Banyak banget kan? Hhhee... hhee... tapi nggak ada satupun yang dapat cuey, ketawa deh lo, silahkan...

Sungguh aku tahu, jika aku mulai jatuh cinta lagi, maka jalan ceritanya pasti akan sama seperti kasus sebelumnya, jatuh cinta hanya untuk menjadi a secret admirer. Aku juga nggak tahu kenapa aku nggak bisa mengelaknya? Salahku memang, kenapa aku harus menjadi orang yang gampang jatuh cinta?.
Aku sempat berfikir ini adalah kutukan yang diturunkan oleh Tuhan kepadaku. Aku juga ingin seperti teman-temanku yang lain, memiliki seorang kekasih memiliki teman lelaki special, yang ketika mereka sedih ada yang menghiburnya, ketika mereka butuh seseorang untuk sesuatu ada yang membantu, aku juga ingin meminjamkan bahuku untuk kekasihku ketika mereka sedang membutuhkannya.
Tak jarang aku sering bertanya “kapan aku bisa menikmati masa mudaku, seperti teman-temanku” bukan hanya aku, terkadang teman-temanku juga selalu bertanya “va, kapan kamu kenalin ke kita?” dan aku mulai berfikir “apa? Siapa? Kenapa?” ntah mereka benar-benar tidak tahu atau hanya berusaha membuat lelucon atau ketika malam minggu tiba dan aku sedang asik dengan FB ku seseorang yang tak dikenal atau teman baruku bertanya lewat chatting “nggak malming nih?” aku hanya bisa menjawab “malming donk”, karna apa? Karna aku tahu bukankah yang namanya satnight itu tidak harus dengan kekasih, walaupun mereka mengarah ke pertanyaan “ke mana cowoknya? kok nggak pergi jalan keluar?” dan sekarang aku hanya bisa sedikit menghirup nafas panjangku.
Aku juga sering membuat jawaban dari diriku sendiri, yang setidaknya sedikit bisa menenangkan hatiku yang galau jika pertanyaan itu mulai muncul dibenakku atau dari teman-temanku. Alternatif pertama positive thinking ; dia pasti datang kok, tapi nggak sekarang, dia sedang berusaha mencari jalan untuk menuju ke hatiku dan intinya adalah menunggu. kemudian alternatif yang kedua negative thinking ; aku sadar dengan fisikku, aku tak bisa menarik lawan jenisku semudah mereka yang bisa, aku hanya seorang gadis yang memiliki postur yang tak terlalu tinggi, memiliki warna kulit yang gelap, wajah yang pasaran dan lekuk body yang tak terbentuk. Sangat jauh dari yang ada di benak fikiran seorang pria.
Mungkin aku akan tetap menjadi satu diantara penggemar mereka di luar sana, iya aku hanya hanya bisa  seperti apa yang dikatakan Raditya Dika dalam bukunya yang berjudul Marmut Merah Jambu dalam satu babnya ia berkata : Dan pada akhirnya orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa mendo’akan. Mereka hanya bisa mendo’akan setelah capek berharap, pengharapan yang ada dari dulu tumbuh mulai dari kecil sekali hingga makin lama makin besar, lalu semakin lama semakin jauh.
Orang yang jatuh cinta diam-diam pada akhirnya menerima. Orang yang jatuh cinta diam-diam paham bahwa kenyataan terkadang berbeda dengan apa yang kita inginkan. Terkadang yang kita inginkan bisa jadi yang tidak sesungguhnya kita inginkan, dan sebenarnya yang kita butuhkan hanyalah merelakan, orang yang jatuh cinta diam-diam hanya bisa seperti yang selalu mereka lakukan jatuh cinta sendirian.

 NB :

dan pada akhirnya akan tetap sama....
orang yang jatuh cinta diam-diam akan hanya bisa berharap...
berharap semoga tidak akan terulang....
terimakasih telah mengizikan aku untuk membawamu masuk ke dalam sejarahku...
I will remain a secret admirer for you until I'm Tired
:) (my smile never end in here!)
by secret admirer.


EmoticonEmoticon